ABSTRAK Tulisan ini mencoba untuk mengulas kembali mengenai kontribusi karya-karya Ranggawarsita dalam perkembangan Sastra Jawa di Ind...

Kontribusi Karya-karya Besar Ranggawarsita Dalam Perkembangan Sastra Jawa Di Indonesia


ABSTRAK
Tulisan ini mencoba untuk mengulas kembali mengenai kontribusi karya-karya Ranggawarsita dalam perkembangan Sastra Jawa di Indonesia sekaligus mengenal sosok Ranggawarsito yang sebenarnya lewat biografi singkat yang dipaparkan. Sebagai seorang pujangga, Ranggawarsita tentunya memiliki karya-karya yang sangat fenomenal tidak hanya di masa ketika ia berjaya, akan tetapi bisa dilihat sampai sekarang ini. Karya-karya yang ia hasilkan memiliki kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sastra Jawa. Tidak hanya dalam hal sebagai referensi, karya-karya Ranggawarsita juga berkontribusi dalam tolok ukur entah itu hal keindahan atau tata bahasa yang digunakan bagi karya-karya sastra Jawa setelahnya. Kesalahan besar bagi kita jika sebagai seorang penduduk pribumi justru tidak mampu melindungi aset berupa karya-karya besar yang dalam hal ini adalah sastra.

Kata kunci: Ranggawarsita, Sastra Jawa, Serat.

Selayang Pandang
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Berbagai adat, suku bangsa, ras, agama, dan bahasa tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan mengusung Bhineka Tunggal Ika, Indonesia mampu menyatukan keberagaman budanyanya menjadi satu kesatuan dalam naungan NKRI. Sebagai contoh kecil adalah adanya beragam bahasa yang mendiami pulau Jawa. Beragam bahasa yang antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan tersebut dapat tetap menyatu dalam naungan bahasa yang sama yakni bahasa Indonesia.
Disamping menggunakan bahasa Indonesia, ada bahasa yang mayoritas dipakai oleh orang-orang yang mendiami pulau Jawa yakni bahasa Jawa. Pengertian dasar dari bahasa Jawa sendiri adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk asli bersuku Jawa di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dialek baku bahasa Jawa yaitu didasarkan pada dialek Jawa Tengah terutama di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Tingkat tutur dalam bahasa Jawa terbagi menjadi tiga yaitu tingkat tutur ngoko, tingkat tutur madya, dan tingkat tutur krama. Bahasa Jawa juga memiliki cara tulis tersendiri yang unik dan berbeda dari yang lain dan sering disebut dengan aksara Jawa. Berangkat dari keunikan yang tumbuh dalam kebahasaan Jawa pada akhirnya melahirkan sastrawan-sastrawan .

0 komentar:

BAB I PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-cita, tentunya setiap bangsa ta...

Geostrategi Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-cita, tentunya setiap bangsa tak terkecuali Indonesia perlu memiliki pemahaman mengenai geopolitik dan geostrategi. Geopolitik bangsa Indonesia dalam hal ini telah dipaparkan dan diterjemahkan dalam konsep Wawasan Nusantara sedangkan geostrategi bangsa Indonesia sendiri dirumuskan dalam konsep Ketahanan Nasional. Wawasan nasional Indonesia merupakan visi bangsa, dan kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan republik Indonesia.
Dalam perkembangan selanjutnya, wawasan nusantara tidak dapat dipisahkan dari konsep geostrategi bangsa yakni ketahanan nasional. Melihat pentingnya ketahanan nasional bagi bangsa Indonesia, maka dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai Ketahanan Nasional sebagai Geostrategi Indonesia, baik dari pengertian, sejarah, perkembangan konsep ketahanan di Indonesia, ruang lingkup pembahasan, unsur-unsur yang terkandung dalam konsep geostrategi, serta permasalahan geostrategi di Indonesia.

B.      Rumusan Masalah
1.       Apakah yang dimaksud dengan geostrategi Indonesia?
2.       Apa saja unsur-unsur yang menjadi ruang lingkup pembahasan geostrategi Indonesia?
3.       Bagaimana perkembangan geostrategi di Indonesia?

C.      Tujuan
1.       Untuk menjelaskan lebih jauh mengenai pengertian geostrategi Indonesia.
2.       Untuk menguraikan unsur-unsur yang menjadi ruang lingkup pembahasan geostrategi Indonesia.
3.       Untuk menjelaskan perkembangan geostrategi di Indonesia.


0 komentar:

MAKALAH KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu Dosen Pengampu: Dr. H. Teguh, M. Ag ...

Filsafat Ilmu

MAKALAH
KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Filsafat Ilmu
Dosen Pengampu:
Dr. H. Teguh, M. Ag
                         

Disusun Oleh:
1.            Rizka Hidayatul Umami        (1731143040)
2.            M. Audi Yuni Mabrur            (1731143055)
3.            M. Rosyad Ismail                   (1731143058)
4.            Faisal Abda’u                         (1731143062)

JURUSAN ILMU ALQUR’AN DAN TAFSIR
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
2014/2015



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kebutuhan akan ilmu pengetahuan dewasa ini menjadi sangat penting. Ilmu pengetahuan yang pada mulanya hanya berkepentingan terhadap pengetahuan yang sifatnya benar secara menyeluruh meliputi segala sesuatu yang telah ada, kini mulai berkembang dengan sangat pesat. Adanya usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya secara kompleks berdasarkan kodrat manusia yang memang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu, pada akhirnya melahirkan ilmu-ilmu baru yang semakin lama semakin plural. Pemahaman tentang pluralitas dari ilmu pengetahuan itu sendiri baik dari segi jenis dan sifat, kemudian memunculkan cara-cara untuk menempuh ilmu pengetahuan tersebut. Karena hampir semua jenis ilmu dan sifatnya ditentukan oleh objek ilmu pengetahuan tersebut, maka cara-cara yang dapat ditempuh yaitu dengan melihat objek forma dan objek materi. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jauh mengenai klasifikasi ilmu pengetahuan menurut objek materinya. Adapun subbab yang akan dibahas meliputi ilmu pengetahuan ketuhanan atau Agama, ilmu pengetahuan kemanusiaan atau Humaniora, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu alam atau Eksakta.

B.      Rumusan Masalah
1.     Apakah yang dimaksut dengan ilmu pengetahuan agama?
2.     Apakah yang dimaksut dengan ilmu pengetahuan humaniora?
3.     Apakah yang dimaksut dengan ilmu pengetahuan sosial?
4.     Apakah yang dimaksut dengan ilmu pengetahuan eksakta?

C.      Tujuan
1.     Untuk memaparkan tentang ilmu pengetahuan agama.
2.     Untuk menjelaskan tentang ilmu pengetahuan humaniora.
3.     Untuk menjelaskan tentang ilmu pengetahuan sosial.
4.     Untuk menjelaskan tentang ilmu pengetahuan eksakta.

0 komentar:

“Aku terlalu pandai berkata-kata. Dan suatu hal dapat berubah dalam halusnya bahasa.” 30 Desember 2013, 19:10 “kita yang tahu kemam...

Status Penting


“Aku terlalu pandai berkata-kata. Dan suatu hal dapat berubah dalam halusnya bahasa.” 30 Desember 2013, 19:10

“kita yang tahu kemampuan yang kita miliki. Kita pula yang tahu tingkat kesabaran dan emosional yang kita miliki. Bertindaklah lebih dewasa dalam menanggapi suatu permasalahan. Jangan seperti anak kecil lagi.” 25 Desember 2013, 17:13

“Saya benci hal itu, dan saya niat, berjanji tidak akan kembali pada hal tersebut.” 24 Desember 2013, 15:00

“Selagi kita semua masih percaya pada mimpi kita, maka yakinlah, mimpi itu akan nyata di suatu masa. Hanya orang yang malas yang gagal.” 15 Desember 2013, 19:50

0 komentar:

Nama: 1. Nikmatul Fadilah             2. Rizka Hidayatul Umami Prodi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2B Dila     : Hy mi, good morning ...

Example Conversation

Nama: 1. Nikmatul Fadilah
            2. Rizka Hidayatul Umami
Prodi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2B

Dila     : Hy mi, good morning J
Rizka   : Hello mah, good morning. What do you feel in this morning?
Dila     : I feel very nice today. How about you mi?
Rizka   : Yeah, today is very fine. Look! what a beautiful your drees. Where do you buy?
Dila     : Really? I buy my dress at online shop. Do you ever listen it?
Rizka   : Eemb... I ever listen it, but i never invite the online shop. Hehe J,
Dila     : Ouh, what a pity you are. This is my new dress and I buy it from my friend who have the online shop.

0 komentar:

“Seperti Edelweis yang menjadi abadi, dan sumber mata air penampihan yang tetap mengalir menyusuri lembah, kami berharap tetap mampu menya...

Alam Wilis (Grebek Suro dan Spiritualitas)

“Seperti Edelweis yang menjadi abadi, dan sumber mata air penampihan yang tetap mengalir menyusuri lembah, kami berharap tetap mampu menyatu dengan aroma alam dengan segala unsur sakral yang mengental.”
Denting yang terdengar seakan sumbang. Lengkingan demi lengkingan terasa memenuhi bagian terdalam telinga yang hampir beku diterpa sang angin malam. Telapak tangan kami pun juga seakan mati rasa. Disini, terlalu dingin untuk kami singgahi, namun terlalu menyesakkan pabila kami justru mangkir dan kembali pulang, tanpa membawa apa yang seharusnya kami saksikan. Terlalu membebani hati jika malam ini kami menyerahkan diri dan pergi lagi tanpa melihat di lain sisi. Kami tentu akan menyesal, jika pagi yang akan menjelang dengan membawa putaran sejarah baru, justru kami tinggalkan. Kami pasti akan merengek pilu penuh rasa bersalah.
Senja di 15 Oktober 2015, nampaknya akan menjadi gerbang pembuka bagi kami, mahasiswa Ushuluddin Adab dan Dakwah dalam merangkai kembali benih-benih sejarah yang hampir punah. Di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai lini organisasi, sore ini kami akan mengikut sertakan diri dalam sebuah acara besar yang bertempat di kawasan pegunungan Wilis, tepatnya di area candi Penampihan, desa Geger, Sendang, kabupaten Tulungagung. Ternyata antusiasme arek ASHU dalam acara ini begitu besar, sehingga tidak ada cukup ruang untuk berangkat secara bersamaan, mengingat pula di kamis yang cukup menyengat itu, masih ada jam perkuliahan untuk beberapa jurusan. Karena terbatas pada ruang dan waktu itulah, kami pun memutuskan untuk membagi keberangkatan dalam beberapa kloter.

0 komentar:

BAB I PENDAHULUAN A.           Latar Belakang Dakwah ibarat lentera kehidupan, yang memberi cahaya dan menerangi hidup manusia dar...

Pengertian Dakwah


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Dakwah ibarat lentera kehidupan, yang memberi cahaya dan menerangi hidup manusia dari nestapa kegelapan. Tatkala manusia di landa kegersangan spiritual, dengan rapuhnya akhlak, maraknya korupsi, kolusi dan manipulasi, dakwah diharapkan mampu memberi cahaya terang. Maraknya berbagai pertimpangan, kerusuhan, kecurangan dan sederet tindakan tercela lainya, disebabakan terkikisnya nilai-nilai agama dalam diri manusia. Tidak berlebihan jika dakwah merupakan bagian yang cukup penting bagi umat manusia saat ini. Sebelum membahas lebih jauh mengenai dakwah, maka dalam makalah kali ini, penulis akan menguraikan terlebih dahulu mengenai pengertian dakwah yang mencakup fenomena, tinjauan semantik, definisi dari para ahli, dan juga istilah-istilah yang sepadan dengan dakwah.

B.          Rumusan masalah
1.           Bagaimana fenomena dakwah yang sedang terjadi?
2.           Bagaimana dakwah ditinjau dari segi semantik?
3.           Bagaimana definisi dakwah menurut para ahli?
4.           Apa saja istilah yang semakna dengan dakwah?

C.          Tujuan
1.           Menjelaskan tentang fenomena dakwah yang sedang terjadi.
2.           Menjelaskan tentang dakwah ditinjau dari segi semantik.
3.           Menerangkan tentang definisi dakwah menurut para ahli.
4.           Menguraikan tentang istilah-istilah yang semakna dengan dakwah.

0 komentar:

BAB I PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Istilah bahasa adalah sesuatu yang sangat familiar di telinga kita. Namun tidak sedikit or...

Hakikat Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Istilah bahasa adalah sesuatu yang sangat familiar di telinga kita. Namun tidak sedikit orang yang belum begitu memahami makna dasar dari bahasa itu sendiri. Padahal kita tahu, bahwa bahasa telah ada bahkan sejak awal manusia diciptakan. Bahasa merupakan salah satu aspek yang tidak bisa lepas dari manusia. Keberadaan bahasa dalam suatu komunitas masyarakat menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat itu memang nyata adanya. Bahasa yang merupakan karunia Tuhan senantiasa hadir dan dihadirkan serta menjadi bahan perbincangan yang tidak pernah ada habisnya.
Namun seperti yang telah dituliskan di awal, masih sedikit orang yang belum memahami secara mendalam tentang makna dasar suatu bahasa. Banyak persoalan mengenai bahasa yang belum dapat terpecahkan, atau terjelaskan secara gamblang. Disini, penulis akan mencoba memaparkan sedikit tentang hakikat bahasa dilihat dari pengertian yang diuraikan oleh para tokoh, sifat dari bahasa, fungsi-fungsi bahasa, serta kelemahan yang senantiasa mengikut pada bahasa.

B.      Rumusan Masalah
1.     Apakah pengertian bahasa itu?
2.     Apa saja yang menjadi sifat-sifat bahasa?
3.     Bagaimana fungsi dari bahasa?
4.     Apa saja yang menjadi kelemahan bahasa?

C.      Tujuan
1.     Menjelaskan pengertian bahasa melalui pendapat para tokoh
2.     Menguraikan sifat-sifat bahasa
3.     Menjelaskan fungsi-fungsi bahasa dalam kehidupan manusia
4.     Menjelaskan tentang kelemahan-kelemahan bahasa

0 komentar:

Mentari mulai meninggi sekarang. Sengatnya sudah mampu membakar semangat para ibu untuk berjibaku di dapur. Dan aku, mentari juga mulai be...

Mencumbu Pagi

Mentari mulai meninggi sekarang. Sengatnya sudah mampu membakar semangat para ibu untuk berjibaku di dapur. Dan aku, mentari juga mulai berbisik padaku. Ia katakan bahwa aku harus menyelesaikan tugasku di pagi ini. Aku pun memulainya dengan iringan lagu-lagu campursari milik Didi Kempot.
Yaa, aku memang begitu suka lagu-lagu Jawa. Bukan pada campursarinya, tapi lebih pada gending jawa, tembang-tembang lawas seperti dandang gula, mijil, kinanthi, dan semacamnyalah. Maklum, sejak kecil aku terlalu sering mendengar lagu-lagu itu dari radio milik abah. Hampir setiap pagi dan sore abah selalu mencari lagu-lagu jawa tersebut. Tak heran jika sekarang aku mengikuti jejak kejawennya (suka lagu jawa).

0 komentar:

Hari demi hari tanpamu bagaikan hidup di padang pasir. Begitu kering dan selalu dilanda oleh dahaga. Aku tak pernah tahu kapan bisa benar-...

Dear Toru

Hari demi hari tanpamu bagaikan hidup di padang pasir. Begitu kering dan selalu dilanda oleh dahaga. Aku tak pernah tahu kapan bisa benar-benar move on dari kamu. Tiap hari terasa hampa tanpa bersua denganmu. Aku galau.
Tak seharipun aku dapat melupakan kenangan kita. Hampir setiap pagi aku selalu mampu melihatmu memandangku. Kadang kamu juga mengajakku bercakap dengan akrabnya. Kamu juga sering mengajakku bernyanyi bersama.
Tapi sekarang, kamu pergi tak pamit, tak pula mengucap izin terlebih dahulu. Kamu tinggalkan aku yang mulai nyaman denganmu. Kamu abaikan aku yang mulai tak bisa jauh darimu. Tanpa sepatah kata pun, kamu tiba-tiba pergi. Tanpa menunggu kedatanganku. Aku begitu sedih.

0 komentar:

Dear Tuesday... Pagi itu tersuguhkan dengan buai manja sang fajar. Alunan adzan pun perlahan selesai mengumandang. Kemudian kucuran air y...

Gerimis Rindu

Dear Tuesday...
Pagi itu tersuguhkan dengan buai manja sang fajar. Alunan adzan pun perlahan selesai mengumandang. Kemudian kucuran air yang begitu dingin mulai dapat membelalakkan ragaku. Sejenak kutolehkan diri menuju jendela 219. Diluar sana, pagi mulai benar-benar terasa pagi. Dengan malu-malu mentari mulai meninggi. Semburat sinarnya menguning segar, sesegar kelopak mata yang tak pernah dapat kubayangkan nyata akan datang di depanku hari itu.

0 komentar:

Ada memang ada keadaan yang membuatnya menjadi ada Ada yang benar-benar ada Meski sedikit yang tau Bahwa kenyataannya memang ada Terlamp...

Ada yang Tiada

Ada memang ada
keadaan yang membuatnya menjadi ada
Ada yang benar-benar ada
Meski sedikit yang tau
Bahwa kenyataannya memang ada
Terlampau percaya dengan yang ada
Seberapapun yang ada itu masih ada

0 komentar:

FILSAFAT KRITISISME IMMANUEL KANT Makalah Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Filsafat Umum Dosen Pengampu : Akhol Firdaus ...

Makalah Kritisisme Immanuel Kant

FILSAFAT KRITISISME IMMANUEL KANT
Makalah Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Kuliah
Filsafat Umum
Dosen Pengampu :

Akhol Firdaus

Disusun Oleh :
1.            Rizka Hidayatul Umami        (1731143040)
2.            M. David Wardani                  (1731143031)
3.            Nur Fatku Rohman                 (1731142060)

Fakultas Ushuluddin
Progam Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
Desember 2014

0 komentar:

SIYAQ SEBAGAI PENANDA DALAM TAFSIR BINT AL-SYATI’ (Mengenai Manusia sebagai Khalifah dalam Kitab Al-Maqal fi Al-Insan Dirasah Qur’aniyah...

Siyaq Sebagai Penanda dalam Tafsir

SIYAQ SEBAGAI PENANDA DALAM TAFSIR BINT AL-SYATI’
(Mengenai Manusia sebagai Khalifah dalam Kitab Al-Maqal fi Al-Insan Dirasah Qur’aniyah)

Rizka Hidayatul Umami

ABSTRAK
Kecenderungan kitab-kitab tafsir modern pada pendekatan tematik kini semakin nyata. Penelitian yang dilakukan oleh H. Ahmad Ismail mengkaji sebuah kitab tafsir tematik Bint al-Syati’ dalam Maqal fi al-Insan Dirasah Qur’aniyah, khususnya tentang manusia yang diciptakan sebagai khalifah di Bumi. Penelitian ini diarahkan pada upaya memahami konsep siyaq sebagai sumber makna dan peluang mengembangkannya, sehingga diharapkan dapat memunculkan strategi tafsir berbasis teks yang ketat dalam memanfaatkan siyaq. Objek kajian dalam penelitian ini adalah penggunaan prinsip operasional tafsir oleh Bint al-Syati’ sebagaimana usulan Amin al-Khuli, terutama pada prinsip fahm dalalat al-alfadz dan fahm asrar al-tabir.
Metode tafsir Bint al-Syati’ kemudian ditimbang dengan pendekatan semantik yang menekankan pada pentingnya konteks tekstual dan konteks situasional sebagai sumber makna. Hasilnya adalah sebuah refleksi tafsir yang menggunakan fungsi siyaq sebagai sistem struktur bahasa dan sebagai sistem makna. Pada tahapan berikutnya diharapkan makna kontekstual ayat dapat tertangkap. Jika dapat diterima oleh semua golongan, penelitian ini dapat mewakili upaya merekonstruksi aspek-aspek kontekstual yang mengiringi teks suci Al-Qur’an, dari teks lisan ke teks tertulis.

Kata kunci: Siyaq, konteks tekstual, konteks situasional.

0 komentar:

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ILMU AKHLAK Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Akhlak tasawuf Dosen Pembimbing: Ahmad Sauqi, S...

Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Akhlak

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ILMU AKHLAK
Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah
Akhlak tasawuf
Dosen Pembimbing:

Ahmad Sauqi, S.Ag, M.Pd.I.

Disusun Oleh :
1.       Muhammad Priyo Budi Utomo   (1731143034)
2.       Rizka Hidayatul Umami             (1731143040)
3.       Sundari                                        (1731143047)

Fakultas Ushuluddin
Jurusan Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
DESEMBER 2014



BAB I
PENDAHULUAN

A.              LATAR BELAKANG
Dalam Islam dikatakan bahwa akhlak sangat berperan penting dalam tercapainya suatu kebahagiaan baik antara manusia dengan Alloh SWT maupun antara manusia dengan sesamanya. Akhlak yang baik akan tercermin melalui pikiran dan tingkah laku yang baik. Timbulnya kesadaran akhlak untuk mencapai kebahagiaan menjadi penentu corak hidup manusia. Dalam hal ini etika, moral dan susila menjadi penting dipelajari sebagai pola tindakan yang didasarkan pada nilai kebaikan.
Dalam makalah ini kami akan mencoba menguraikan dan menjelaskan tentang pengertian etika, moral, susila, dan akhlak ditinjau dari beberapa sumber, menjabarkan tentang hubungan antara etika, moral, susila dan akhlak, fungsi dan manfaat ilmu akhlak dalam kehidupan manusia, serta objek yang menjadi kajian dalam ilmu akhlak.

0 komentar:

GERIMIS (Tetes demi tetesnya, Menghujam Jatuh, ke dalam Jiwa) 13 Januari 2015 “Makanya bilang sama gerimis, Jangan terlalu sebenta...

GERIMIS
(Tetes demi tetesnya, Menghujam Jatuh, ke dalam Jiwa)

13 Januari 2015
“Makanya bilang sama gerimis, Jangan terlalu sebentar menyapa. Sebab sapaannya dapat menentramkan jiwa. Sampaikan juga padanya, Tetesnya sungguh mempesona”.
By: S_B

13 Januari 2015
Ingin kurasakan gerimis datang,
Dibawah megah langit,
Mengalunkan irama sendu,
Berpadu, berpendar, menyela,
Dibalik lengking yang sumbang.
Alur lembut yang bebatu,
Menggelakkan sanubari melepas raut pilu,
Ingin kurasakan gerimis datang,
Biarpun aku tak kan mampu,
Lantunkan syairmu.
By: Ri_HU

13 Januari 2015
Kamu tahu kenapa gerimis romantis?
Karena setiap tetesnya,
Memaksa kita merangkai kata-kata puitis.
Gemerciknya meminta jiwa
Melukis senja,
Meraba makna, dalam dunia kata.
By: S_B

0 komentar:

siang bilang ia menghilang, lalu ia membayang dan sekejap datang, katanya ia sudah lupa kota asal, sudah punya rumah di daerah aspal, ...

"Meludah"

siang bilang ia menghilang,
lalu ia membayang dan sekejap datang,
katanya ia sudah lupa kota asal,
sudah punya rumah di daerah aspal,
tapi masih pakai baju lusuh,
kumuh, tak terurus.
Siang kata ia tiada,
lalu ia balik membawa bekal tas dan makanan sisa,
katanya ia suka berhuru hara,
berfoya-foya sesuka hati,
ia menghambur uang seperti daun jatuh di musim gugur.

0 komentar:

Kala itu aku masih begitu kecil dan ringkih saat kau menggendongku dengan penuh kasih. Setiap sore, setelah ibu memandikanku, kau ajak aku...

"Pesan Untuk Ayah" ‪Bagian 1‬

Kala itu aku masih begitu kecil dan ringkih saat kau menggendongku dengan penuh kasih. Setiap sore, setelah ibu memandikanku, kau ajak aku meniti jalan yang tersinari mentari senja. Dengan lantunan dzikir dan shalawat yang tulus keluar dari lisanmu, dan dengan kecupan di dahiku, aku dapat merasakan kedamaian di dunia ini. Bahkan aku sering terlelap di pangkuanmu. Terasa begitu nyaman kurasakan belai saat itu.
Saat usiaku menginjak lima tahun, kau ajarkanku mengaji, sholat, dan membawaku ke taman belajar sehingga aku dapat merasakan kegembiraan bersama kawan baru. Di rumah sederhana yang kau buatkan untuk aku, ibu, kau, dan ketiga kakakku ini, kita dapat berkumpul bersama. Tak ada hari tanpa suaramu di rumah ini. Kau tak pernah meninggalkan kami barang sehari pun. Tak ada kata lapar dan haus dalam kamus keluarga ini karenamu. Kau selalu berusaha, dan bekerja keras untuk menafkahi keluarga ini. Kau adalah orang yang keras, berpendirian teguh, tak mau dibantah dan bertanggung jawab. Aku dan kakak-kakaku dapat hidup dengan layak, tanpa kurang suatu apapun, jelas itu pula karenamu.

0 komentar:

Mata yang coba membantu melihat kedalam jurang itu, tergores sudah Bibir yang coba tetap berdzikir menyebut nama-Nya tatkala di tepian...

Sebongkah Rasa


Mata yang coba membantu melihat kedalam jurang itu, tergores sudah
Bibir yang coba tetap berdzikir menyebut nama-Nya tatkala di tepian jurang itu, tergores sudah
Sementara perlindungan diri makin runtuh tiap detiknya di tepian jurang itu
Merasakan ketakutan jikalau terjatuh
Ketakutan jikalau terpelosok
Ketakutan jikalau goresan-goresan itu tak hilang
Ketakutan jikalau tak mampu kembali.

0 komentar:

"Kencan Pertama" Kemarin, tepatnya hari senin tanggal 25 Mei 2015, aku memulai hari dengan sedikit "malas". Tahulah,...

Kencan Pertama

"Kencan Pertama"
Kemarin, tepatnya hari senin tanggal 25 Mei 2015, aku memulai hari dengan sedikit "malas". Tahulah, karena sakit masih dengan nyamannya hinggap di tubuhku. Tapi aku harus bangun, ada tumpukan tugas kuliah yang melambai-lambai meminta untuk kukerjakan dengan segera. Akhirnya kuniatkan untuk pergi menuju ke tumpukan buku-buku yang ada di kampus. Ya mana lagi kalau bukan perpus. Hanya di situ setidaknya ada beragam macam buku yang bisa dijadikan referensi makalah mahasiswa. Biarpun, banyak yang mengeluh dengan kurangnya koleksi buku di perpus kampus, tapi ya setidaknya masih ada.
Ah, bukan itu yang sebenarnya ingin aku ceritakan. Kembali lagi pada "malas"nya seninku. Kurang lebih 2 jam aku berkutat dengan rak-rak buku di perpus demi mencari referensi untuk tugas salah satu mata kuliah. Mungkin kali ini aku termasuk anak yang rajin (karena mau ke perpus). Setelah ku dapat apa yang kubutuhkan, akhirnya aku duduk dengan manis di sisi pojok perpus. Dan sedihnya, aku sendirian di ruangan itu, seperti mayat hidup penunggu perpus kampus.

0 komentar:

Semangat minggu pagi sahabat semua. Hari ini agenda pertama penghuni ma'had al-Jami'ah IAIN Tulungagung setelah sholat subuh adala...

"Kenapa harus Olahraga?"

Semangat minggu pagi sahabat semua. Hari ini agenda pertama penghuni ma'had al-Jami'ah IAIN Tulungagung setelah sholat subuh adalah bugar pagi. Berbeda dengan minggu lalu ketika bukan minggu perpulangan, para mahasantri diwajibkan mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan oleh pihak kampus, karena saat itu bertepatan dengan acara PSKM.

0 komentar:

Kenalin_

My photo
Gadis yang Ingin Mati Muda. Sedang Menempuh Pendidikan S2 di UIN Sunan Kalijaga. Konsentrasi Islam dan Kajian Gender.