Mentari mulai meninggi sekarang. Sengatnya sudah mampu membakar semangat para ibu untuk berjibaku di dapur. Dan aku, mentari juga mulai be...

Mencumbu Pagi

Mentari mulai meninggi sekarang. Sengatnya sudah mampu membakar semangat para ibu untuk berjibaku di dapur. Dan aku, mentari juga mulai berbisik padaku. Ia katakan bahwa aku harus menyelesaikan tugasku di pagi ini. Aku pun memulainya dengan iringan lagu-lagu campursari milik Didi Kempot.
Yaa, aku memang begitu suka lagu-lagu Jawa. Bukan pada campursarinya, tapi lebih pada gending jawa, tembang-tembang lawas seperti dandang gula, mijil, kinanthi, dan semacamnyalah. Maklum, sejak kecil aku terlalu sering mendengar lagu-lagu itu dari radio milik abah. Hampir setiap pagi dan sore abah selalu mencari lagu-lagu jawa tersebut. Tak heran jika sekarang aku mengikuti jejak kejawennya (suka lagu jawa).

0 komentar:

Hari demi hari tanpamu bagaikan hidup di padang pasir. Begitu kering dan selalu dilanda oleh dahaga. Aku tak pernah tahu kapan bisa benar-...

Dear Toru

Hari demi hari tanpamu bagaikan hidup di padang pasir. Begitu kering dan selalu dilanda oleh dahaga. Aku tak pernah tahu kapan bisa benar-benar move on dari kamu. Tiap hari terasa hampa tanpa bersua denganmu. Aku galau.
Tak seharipun aku dapat melupakan kenangan kita. Hampir setiap pagi aku selalu mampu melihatmu memandangku. Kadang kamu juga mengajakku bercakap dengan akrabnya. Kamu juga sering mengajakku bernyanyi bersama.
Tapi sekarang, kamu pergi tak pamit, tak pula mengucap izin terlebih dahulu. Kamu tinggalkan aku yang mulai nyaman denganmu. Kamu abaikan aku yang mulai tak bisa jauh darimu. Tanpa sepatah kata pun, kamu tiba-tiba pergi. Tanpa menunggu kedatanganku. Aku begitu sedih.

0 komentar:

Dear Tuesday... Pagi itu tersuguhkan dengan buai manja sang fajar. Alunan adzan pun perlahan selesai mengumandang. Kemudian kucuran air y...

Gerimis Rindu

Dear Tuesday...
Pagi itu tersuguhkan dengan buai manja sang fajar. Alunan adzan pun perlahan selesai mengumandang. Kemudian kucuran air yang begitu dingin mulai dapat membelalakkan ragaku. Sejenak kutolehkan diri menuju jendela 219. Diluar sana, pagi mulai benar-benar terasa pagi. Dengan malu-malu mentari mulai meninggi. Semburat sinarnya menguning segar, sesegar kelopak mata yang tak pernah dapat kubayangkan nyata akan datang di depanku hari itu.

0 komentar:

Ada memang ada keadaan yang membuatnya menjadi ada Ada yang benar-benar ada Meski sedikit yang tau Bahwa kenyataannya memang ada Terlamp...

Ada yang Tiada

Ada memang ada
keadaan yang membuatnya menjadi ada
Ada yang benar-benar ada
Meski sedikit yang tau
Bahwa kenyataannya memang ada
Terlampau percaya dengan yang ada
Seberapapun yang ada itu masih ada

0 komentar:

FILSAFAT KRITISISME IMMANUEL KANT Makalah Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Filsafat Umum Dosen Pengampu : Akhol Firdaus ...

Makalah Kritisisme Immanuel Kant

FILSAFAT KRITISISME IMMANUEL KANT
Makalah Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Kuliah
Filsafat Umum
Dosen Pengampu :

Akhol Firdaus

Disusun Oleh :
1.            Rizka Hidayatul Umami        (1731143040)
2.            M. David Wardani                  (1731143031)
3.            Nur Fatku Rohman                 (1731142060)

Fakultas Ushuluddin
Progam Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
Desember 2014

0 komentar:

SIYAQ SEBAGAI PENANDA DALAM TAFSIR BINT AL-SYATI’ (Mengenai Manusia sebagai Khalifah dalam Kitab Al-Maqal fi Al-Insan Dirasah Qur’aniyah...

Siyaq Sebagai Penanda dalam Tafsir

SIYAQ SEBAGAI PENANDA DALAM TAFSIR BINT AL-SYATI’
(Mengenai Manusia sebagai Khalifah dalam Kitab Al-Maqal fi Al-Insan Dirasah Qur’aniyah)

Rizka Hidayatul Umami

ABSTRAK
Kecenderungan kitab-kitab tafsir modern pada pendekatan tematik kini semakin nyata. Penelitian yang dilakukan oleh H. Ahmad Ismail mengkaji sebuah kitab tafsir tematik Bint al-Syati’ dalam Maqal fi al-Insan Dirasah Qur’aniyah, khususnya tentang manusia yang diciptakan sebagai khalifah di Bumi. Penelitian ini diarahkan pada upaya memahami konsep siyaq sebagai sumber makna dan peluang mengembangkannya, sehingga diharapkan dapat memunculkan strategi tafsir berbasis teks yang ketat dalam memanfaatkan siyaq. Objek kajian dalam penelitian ini adalah penggunaan prinsip operasional tafsir oleh Bint al-Syati’ sebagaimana usulan Amin al-Khuli, terutama pada prinsip fahm dalalat al-alfadz dan fahm asrar al-tabir.
Metode tafsir Bint al-Syati’ kemudian ditimbang dengan pendekatan semantik yang menekankan pada pentingnya konteks tekstual dan konteks situasional sebagai sumber makna. Hasilnya adalah sebuah refleksi tafsir yang menggunakan fungsi siyaq sebagai sistem struktur bahasa dan sebagai sistem makna. Pada tahapan berikutnya diharapkan makna kontekstual ayat dapat tertangkap. Jika dapat diterima oleh semua golongan, penelitian ini dapat mewakili upaya merekonstruksi aspek-aspek kontekstual yang mengiringi teks suci Al-Qur’an, dari teks lisan ke teks tertulis.

Kata kunci: Siyaq, konteks tekstual, konteks situasional.

0 komentar:

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ILMU AKHLAK Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Akhlak tasawuf Dosen Pembimbing: Ahmad Sauqi, S...

Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Akhlak

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ILMU AKHLAK
Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah
Akhlak tasawuf
Dosen Pembimbing:

Ahmad Sauqi, S.Ag, M.Pd.I.

Disusun Oleh :
1.       Muhammad Priyo Budi Utomo   (1731143034)
2.       Rizka Hidayatul Umami             (1731143040)
3.       Sundari                                        (1731143047)

Fakultas Ushuluddin
Jurusan Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
DESEMBER 2014



BAB I
PENDAHULUAN

A.              LATAR BELAKANG
Dalam Islam dikatakan bahwa akhlak sangat berperan penting dalam tercapainya suatu kebahagiaan baik antara manusia dengan Alloh SWT maupun antara manusia dengan sesamanya. Akhlak yang baik akan tercermin melalui pikiran dan tingkah laku yang baik. Timbulnya kesadaran akhlak untuk mencapai kebahagiaan menjadi penentu corak hidup manusia. Dalam hal ini etika, moral dan susila menjadi penting dipelajari sebagai pola tindakan yang didasarkan pada nilai kebaikan.
Dalam makalah ini kami akan mencoba menguraikan dan menjelaskan tentang pengertian etika, moral, susila, dan akhlak ditinjau dari beberapa sumber, menjabarkan tentang hubungan antara etika, moral, susila dan akhlak, fungsi dan manfaat ilmu akhlak dalam kehidupan manusia, serta objek yang menjadi kajian dalam ilmu akhlak.

0 komentar:

GERIMIS (Tetes demi tetesnya, Menghujam Jatuh, ke dalam Jiwa) 13 Januari 2015 “Makanya bilang sama gerimis, Jangan terlalu sebenta...

GERIMIS
(Tetes demi tetesnya, Menghujam Jatuh, ke dalam Jiwa)

13 Januari 2015
“Makanya bilang sama gerimis, Jangan terlalu sebentar menyapa. Sebab sapaannya dapat menentramkan jiwa. Sampaikan juga padanya, Tetesnya sungguh mempesona”.
By: S_B

13 Januari 2015
Ingin kurasakan gerimis datang,
Dibawah megah langit,
Mengalunkan irama sendu,
Berpadu, berpendar, menyela,
Dibalik lengking yang sumbang.
Alur lembut yang bebatu,
Menggelakkan sanubari melepas raut pilu,
Ingin kurasakan gerimis datang,
Biarpun aku tak kan mampu,
Lantunkan syairmu.
By: Ri_HU

13 Januari 2015
Kamu tahu kenapa gerimis romantis?
Karena setiap tetesnya,
Memaksa kita merangkai kata-kata puitis.
Gemerciknya meminta jiwa
Melukis senja,
Meraba makna, dalam dunia kata.
By: S_B

0 komentar:

siang bilang ia menghilang, lalu ia membayang dan sekejap datang, katanya ia sudah lupa kota asal, sudah punya rumah di daerah aspal, ...

"Meludah"

siang bilang ia menghilang,
lalu ia membayang dan sekejap datang,
katanya ia sudah lupa kota asal,
sudah punya rumah di daerah aspal,
tapi masih pakai baju lusuh,
kumuh, tak terurus.
Siang kata ia tiada,
lalu ia balik membawa bekal tas dan makanan sisa,
katanya ia suka berhuru hara,
berfoya-foya sesuka hati,
ia menghambur uang seperti daun jatuh di musim gugur.

0 komentar:

Kala itu aku masih begitu kecil dan ringkih saat kau menggendongku dengan penuh kasih. Setiap sore, setelah ibu memandikanku, kau ajak aku...

"Pesan Untuk Ayah" ‪Bagian 1‬

Kala itu aku masih begitu kecil dan ringkih saat kau menggendongku dengan penuh kasih. Setiap sore, setelah ibu memandikanku, kau ajak aku meniti jalan yang tersinari mentari senja. Dengan lantunan dzikir dan shalawat yang tulus keluar dari lisanmu, dan dengan kecupan di dahiku, aku dapat merasakan kedamaian di dunia ini. Bahkan aku sering terlelap di pangkuanmu. Terasa begitu nyaman kurasakan belai saat itu.
Saat usiaku menginjak lima tahun, kau ajarkanku mengaji, sholat, dan membawaku ke taman belajar sehingga aku dapat merasakan kegembiraan bersama kawan baru. Di rumah sederhana yang kau buatkan untuk aku, ibu, kau, dan ketiga kakakku ini, kita dapat berkumpul bersama. Tak ada hari tanpa suaramu di rumah ini. Kau tak pernah meninggalkan kami barang sehari pun. Tak ada kata lapar dan haus dalam kamus keluarga ini karenamu. Kau selalu berusaha, dan bekerja keras untuk menafkahi keluarga ini. Kau adalah orang yang keras, berpendirian teguh, tak mau dibantah dan bertanggung jawab. Aku dan kakak-kakaku dapat hidup dengan layak, tanpa kurang suatu apapun, jelas itu pula karenamu.

0 komentar:

Kenalin_

My photo
Gadis yang Ingin Mati Muda. Sedang Menempuh Pendidikan S2 di UIN Sunan Kalijaga. Konsentrasi Islam dan Kajian Gender.