Jangan Takut Ketika Kamu Dipersekusi Mantan


Mantan adalah sesosok makhluk ciptakan Tuhan yang menakjubkan sekaligus mengerikan. Spesies jenis baru yang akan berevolusi menjadi cantik dan ganteng setelah putus dari kita. Ia adalah makhluk jadi-jadian dari masa lalu, yang akan membawa kita mengarungi samudera kebaperan ketika datang perjumpaan.

Masih seputar mantan, lebaran kali ini pasti menjadi moment khusus bagi beberapa orang yang punya problem dengan mantannya. Beberapa diantara mereka kemudian memutuskan untuk mengakhiri sengketa tepat ketika lebaran tiba. Ada yang bikin meme “maafkan aku yang dulu”, sambil nunjukin foto before-after, ada juga yang beneran minta maaf sama si do’i yang udah jadi mantan, bahkan ada yang memutuskan untuk balikan.
Nah, itu mending, berarti ada I’tikad baik dari seorang manusia untuk saling memafkan terhadap sesamanya, termasuk terhadap mantan. Apalagi ini bulan yang dikata penuh berkah, berarti baikan sama mantan juga bakal dapat pahala toh? Dengan begitu tidak akan ada lagi dusta diantara kita…Loh?
Tapi ini beda kasus sama si Bagiyo. Laki-laki berusia 21 tahun itu mendadak pengen jomblo bertepatan dengan bulan puasa. Alibinya adalah dia tidak ingin menambah dosa karena kebanyakan maksiat dengan pacarnya.
Setelah 5 hari dia ikut ngaji sama seorang ustadz, tiba-tiba si Bagiyo insyaf dan tanpa basa basi dia minta putus sama si eneng, sebut saja ilalang. Bayangin, “betapa hatiku tak kan pilu?” Duuuh maksudnya hati si neng Ilalang.
Tanpa penjelasan apapun, Bagiyo bilang ke si eneng, “kita putus saja, neng…”
“loh, kenapa bang? Dua tahun ini kita baik-baik aja..!”
“Udah pokoknya abang minta putus, titik.”
Kalau aku yang jadi Ilalang, langsung aku gampar tuh si Bagiyo. Sayangnya, Ilalang adalah gadis yang pendiam dan menutup diri, dia hanya bisa pasrah sambil nangis guling-guling di kebun rumahnya.
Melihat anak semata wayangnya murung, Abah langsung ambil tindakan. Di-damprat-lah si Bagiyo, sambil di maki-maki di depan orang banyak, karena berani menelantarkan bidadari surga, katanya.
Bagiyo malu setengah hidup, tidak terima dan sakit hati dengan perlakuan dan penghinaan yang dilontarkan ayah si neng. Dia masih merasa diri paling benar. Akhirnya dia membuat siasat untuk membalas perlakuan Abah, dengan meneror anak gadis kesayangannya. Bahkan saking sakit hatinya, Bagiyo dibantu beberapa temannya berencana menculik neng Ilalang.
“Niatnya jadi orang baik pengen nyari pahala, eh ujung-ujungnya petaka juga.”
Beberapa hari neng Ilalang diteror oleh nomor yang tidak dikenal. Setiap pergi ke kampus atau ke pasar subuh, ia merasa diikuti oleh orang. Ia juga beberapa kali dihadang oleh orang-orang yang memakai penutup wajah mirip Kakashi dari Konoha. Seminggu berjalan, Ilalang terus ditakut-takuti oleh para bandit yang membela Bagiyo. Sementara itu ia juga diancam akan dibunuh jika menceritakan apa yang mengenainya kepada si Abah.
Karena merasa hajat hidupnya terganggu, akhirnya neng Ilalang memberanikan diri curhat sama temen satu kampusnya. Semua hal dari A sampai Z, diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“neng, kalau dipikir-pikir apa yang neng alami itu hampir sama kayak kasusnya dek Mario. Secara nggak langsung, kamu itu udah dipersekusi sama mantanmu, neng.”
“Duuh, perkusi itu apa sih mbak?”
“Bukan Perkusi neng, tapi Per-se-kusi… itu tindakan yang tidak dibenarkan oleh negara. Dan sekarang lagi anget-angetnya dibicarakan.”
Merasa bingung dengan penjelasan temannya, Ilalang mencari sendiri apa yang dimaksud dengan persekusi. Setelah membuka beberapa portal online, akhirnya dia menemukan jawaban dari apa yang selama ini ia alami.
Nah, di Indonesia kasus persekusi sendiri memang bukan hal yang baru lagi. Dia sudah seperti jamur yang tumbuh subur di pekarangan belakang rumah atau malah di tubuhmu. Eh panu maksudnya?
Jadi persekusi adalah tindakan amoral yang ditandai dengan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas.
“Jangan takut neng, pak Jokowi sendiri yang bilang kalau persekusi berlawanan dengan asas-asas hukum negara, Jadi perorangan atau kelompok-kelompok maupun organisasi apapun tidak boleh main hakim sendiri. Neng harus segera lapor ke pihak yang berwajib.” Ujar teman sekampus neng Ilalang.
Dua hari kemudian, Ilalang pun dengan kukuh melaporkan apa yang menimpanya ke kepala desa, yang kemudian meminta bantuan beberapa aparat untuk mengusut kasus yang mengenai kembang desa itu.

Dan kalau kamu merasa hidupmu udah kagak aman lagi karena terus di teror spesies bernama mantan, mendapati jodohmu dipersekusi sama mantannya, dalam bentuk apapun. segera laporkan! Kita punya musuh yang sama.

Share:

0 komentar