Morfo Biru – Sektor industri, khususnya
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang masih menggunakan batu bara adalah
salah satu penyumbang utama emisi sulfur dioksida (SO₂) ke atmosfer. Emisi SO₂
ini tidak hanya berkontribusi pada polusi udara lokal yang berbahaya bagi
kesehatan pernapasan, tetapi juga menyebabkan hujan asam yang merusak ekosistem
dan infrastruktur.
Dalam upaya mitigasi yang masif, teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) telah terbukti menjadi solusi yang
sangat efektif dan terukur untuk mengatasi masalah polusi ini. FGD adalah
sebuah sistem pembersihan gas buang (flue gas) yang dirancang untuk
menghilangkan sulfur dioksida yang terbentuk selama pembakaran bahan bakar
fosil.
Bagaimana Sistem FGD Bekerja?
Efektivitas FGD terletak pada proses kimiawi yang mengubah gas polutan
menjadi produk sampingan yang dapat dimanfaatkan atau dibuang dengan aman.
Secara umum, sistem FGD bekerja dengan mengontakkan gas buang yang
mengandung SO₂ dengan zat penyerap (absorbent), yang dikenal sebagai scrubber.
Proses Wet Scrubbing (FGD Basah)
FGD basah merupakan jenis yang paling umum digunakan sekaligus paling
efektif dalam menurunkan emisi sulfur dioksida (SO₂). Pada proses ini, gas
buang dialirkan melalui sistem penyemprotan larutan yang mengandung kapur atau
batu kapur yang telah dilarutkan dalam air, membentuk lime slurry.
SO₂ yang terkandung dalam gas buang akan bereaksi dengan senyawa
kalsium di dalam larutan tersebut dan membentuk senyawa kalsium sulfit.
Selanjutnya, senyawa ini dioksidasi dengan bantuan udara dan air sehingga
berubah menjadi gipsum (kalsium sulfat dihidrat).
Gipsum yang dihasilkan merupakan produk sampingan yang stabil dan
memiliki nilai ekonomis. Material ini banyak dimanfaatkan dalam industri
konstruksi, misalnya sebagai bahan baku papan gipsum.
Jenis FGD Lainnya
Meskipun FGD basah mendominasi, ada juga jenis lain seperti FGD semi
basah (semi-dry scrubbing) yang menggunakan bubuk kapur dan membutuhkan
lebih sedikit air, dan FGD kering (dry scrubbing) yang umumnya digunakan
pada pembangkit listrik skala kecil. Namun, FGD basah dikenal karena mencapai
tingkat penghilangan SO₂ tertinggi.
![]() |
| unsplash - |
Efisiensi dan Dampak Lingkungan FGD
Efektivitas FGD diukur dari persentase SO₂ yang berhasil dihilangkan
dari gas buang.
Tingkat Penghilangan Emisi yang Superior
Sistem FGD modern, terutama jenis wet scrubbing yang
dioptimalkan, mampu mencapai tingkat penghilangan SO₂ lebih dari 95%, bahkan di
beberapa instalasi terbaru bisa mencapai 99%. Efisiensi yang tinggi ini secara
langsung berdampak pada penurunan drastis emisi SO₂ di wilayah operasional
PLTU.
Contoh penerapannya adalah jika sebuah PLTU tanpa FGD mengeluarkan 100
unit SO₂, dengan sistem FGD 95% efisien, emisi yang dilepaskan ke atmosfer
hanya tersisa 5 unit.
Kontribusi pada Kualitas Udara
Dengan penurunan emisi SO₂ yang signifikan, FGD memiliki peran penting
dalam:
● Mengurangi Hujan Asam: SO₂ adalah
prekursor utama hujan asam. Dengan menurunkannya, FGD melindungi hutan, lahan
pertanian, dan perairan dari kerusakan.
●
Meningkatkan Kesehatan Publik: SO₂
dapat memperburuk kondisi pernapasan seperti asma dan bronkitis. Penurunannya
berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
● Memenuhi Regulasi Lingkungan:
Banyak negara menerapkan standar emisi yang sangat ketat. FGD adalah teknologi
utama yang memungkinkan industri besar untuk mematuhi batas emisi SO₂ yang
telah ditetapkan oleh pemerintah dan badan lingkungan.
Tantangan dan Implementasi
Meskipun sangat efektif, implementasi FGD juga menghadapi beberapa
tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan efektivitasnya:
Biaya dan Ruang
Pemasangan dan pengoperasian sistem FGD, terutama wet scrubber
berskala besar, memerlukan investasi modal yang besar dan ruang instalasi yang
signifikan. Selain itu, sistem ini membutuhkan perawatan rutin dan konsumsi
energi yang berkelanjutan.
Pengelolaan Produk Sampingan
Meskipun gipsum adalah produk sampingan yang bermanfaat, volume gipsum
yang dihasilkan dapat sangat besar, terutama dari PLTU skala besar. Perlu
adanya strategi pengelolaan limbah yang efektif untuk memastikan produk
sampingan ini dapat dimanfaatkan atau dibuang dengan cara yang ramah
lingkungan.
Flue Gas Desulfurization adalah salah satu
pilar teknologi pengendalian polusi udara yang paling efektif di dunia industri
saat ini.
Kemampuannya untuk secara konsisten mencapai tingkat penghilangan emisi
SO₂ hingga di atas 95% menjadikannya alat yang tak ternilai dalam upaya global
untuk membersihkan udara dan memerangi dampak lingkungan dari pembangkit
listrik tenaga batu bara.
Melalui penerapan yang berkelanjutan dan optimalisasi operasional, FGD
memungkinkan sektor energi untuk terus memenuhi permintaan daya sambil menjamin
kepatuhan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.[]



0 Comments