Gerbang kematian menunggunya, di atas bukit yang kering dan tandus. Memorinya telah hilang dimakan kapak hingga ia tak ingat siapa pelaku di malam itu. Api berkobar menyulut rambut-rambutnya yang subur. Sampai ia meranggas dilahapnya.

 

Ketika hujan bergemuruh, rintik yang bernyanyi di atas awan pun berubah menjadi monster. Ia mengisyaratkan akan ada petir yang menyambar, ketika seorang anak sedang tertidur pulas di atas bantal dengan kapuk yang dibungkus dengan kain kumal.

 

historiasquenocontariaamimadre.com

“Ibu apakah monster itu datang?”

 

Tia-tiba saja ia terbangun dari mimpi semalam, ibunya telah membiru dan meninggalkan jasad putihnya. Terbawa arus dan tenggelam.

 

Sumberdem, 15 Juni 2020


Ummi Ulfatus Syahriyah
M
anusia biasa yang sedang mencari rumah peraduan. Menulis tulisan yang perlu ditulis di LPM DIMeNSI. Puisi-puisinya menyebar dalam berbagai buku antologi.