Ranu Gumbolo / wisata pinggiran waduk yang bisa masuk salah satu tempat terbaik Anda untuk mengisi waktu di akhir pekan // Sering d...

Ngadem Paling Seru di Ranu Gumbolo


Ranu Gumbolo / wisata pinggiran waduk yang bisa masuk salah satu tempat terbaik Anda untuk mengisi waktu di akhir pekan //

Sering disebut mirip ranu kumbolo di kaki gunung Semeru / ranu gumbolo yang ada di desa Wonorejo / Pagerwojo Tulungagung ini  / punya panorama yang ciamik // wisata yang dekat dengan waduk wonorejo sekitar 3 km ini ada di ketinggian 182 mdpl / tidak heran kalau kondisi udaranya selalu sejuk // pemandangan danau juga lebih hijau karena dikelilingi hutan pinus dan jati hasil reeboisasi //

Kalau anda mampir ke wisata ranu gumbolo / ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan / seperti selfie di beberapa spot foto / memancing / menikmati pemandangan di atas rumah pohon / bersantai di bale sampai camping // selain itu anda juga bisa menikmati banyak kuliner yang ada disepanjang objek wisata ranu gumbolo //


Di hari libur / wisata buatan ini selalu ramai pengunjung / tidak cuma dari lokal Tulungagung / masyarakat dari luar kota juga sudah banyak yang berkunjung  ke objek wisata ini // selain karena harga tiket masuk yang terjangkau / para pengunjung mengaku penasaran dengan wana wisata yang mirip ranu kumbolo ini //


Bagi Anda yang mau berkunjung / dari arah kediri ambil saja jalan ke arah ngadiluwih // lewat jalan raya ngadiluwih - jalan raya kras kediri sampaii ke ngantru // lewati jembatan ngujang ke jayeng kusuma sampai ketemu lampu merah pertama belok kanan ke jalan trunojoyo sampai ketemu lampu lalu lintas / belok kiri dan terus sampai jalan raya sembon ke jalan raya bungur kemudian jalan raya jatimulyo baru ke jalan kelud // dari jalan kelud Anda belok kanan ke jalan wilis lurus ke arah barat sampai ketemu pertigaan jalan waduk wonorejo / anda belok kiri sampai ke pertigaan SDN 2 Mulyosari / lalu belok kanan sampai ke ranu gumbolo //


Kalau anda ingin suasana liburan yang tidak banyak orang / bisa datang ke ranu gumbolo selain hari libur / pagi atau menjelang sore hari // ada spot-spot  menarik untuk relaksasi // Tapi kalau Anda ingin mengajak keluarga atau pasangan menikmati liburan / ranu gumbolo juga bisa jadi wana wisata keluarga yang ramah dan istimewa //

Saya Rizka Umami ///

 

0 komentar:

Tulungagung ternyata menyimpan banyak wisata alam buatan yang luar biasa // Salah satunya wisata Argo Patok Candi Dadi atau APC // Wisata ...

Wisata Lingkungan Ala Argo Patok Candi Dadi

Tulungagung ternyata menyimpan banyak wisata alam buatan yang luar biasa // Salah satunya wisata Argo Patok Candi Dadi atau APC // Wisata bukit ini ada di dusun kedungjalin / desa junjung kecamatan sumbergempol kabupaten Tulungagung // 

Selain ada sumber mata air melimpah dari pegunungan di bawah candi dadi / di Argo patok juga punya banyak peninggalan sejarah seperti gua kodok dan candi bubrah // kesenian budaya seperti Aksi reog kendang dan jedoran juga sering ditampilkan di APC / untuk menyambut hari-hari besar // sekarang di APC sudah di bangun beberapa gazebo dan kamar mandi untuk kenyamanan para pengunjung //  tidak heran kalau sudah banyak wisatawan lokal maupun luar yang berkunjung ke wisata Argo Patok Candi dadi ini //


Mengutip jatim times.com / Bagi Anda pecinta motor trail / bisa mengajak komunitas trail ke wisata murah meriah ini // akan ada joki handal yang bisa mengantar pengunjung menaiki bukit APC sampai ke candi dadi yang ada di atas puncak bukit // jangan khawatir karena biaya sewa cukup terjangkau // Selain itu di bulan-bulan tertentu juga rutin diadakan tanam pohon oleh para pemuda desa atau gabungan dari komunitas-komunitas luar desa bahkan lintas kabupaten //

Kalau Anda ingin ke lokasi APC / Dari arah kota Tulungagung/ perempatan Jepun ke selatan sekitar 6 km / sampai perempatan tong di desa Wajak Anda tinggal ambil arah kiri kurang lebih 1 km // Tidak perlu membawa banyak uang karena setiap pengunjung tidak dikenai biaya retribusi // Anda cukup membayar jasa parkir dan sudah bisa menikmati pesona wisata Argo Patok Candi Dadi //


Kesadaran masyarakat Kedungjalin untuk bekerjasama mengembangkan wisata daerah rasanya perlu diteladani // sekarang kita sudah bisa melihat hasil dari semangat pantang menyerah itu lewat pesona Argo Patok Candi Dadi //

Saya Rizka Umami ///

0 komentar:

Masyarakat Tulungagung harus berbangga karena punya banyak destinasi wisata yang unik // tidak cuma wisata gunung dan pantai / ada lagi wi...

Berendam Puas di Coban Kromo

Masyarakat Tulungagung harus berbangga karena punya banyak destinasi wisata yang unik // tidak cuma wisata gunung dan pantai / ada lagi wisata alam yang bisa Anda jadikan alternatif liburan dan melepas penat pas lagi di Tulungagung //


Anda pasti pernah dengar soal Coban Kromo // salah satu wisata air terjun yang ada di dusun Jambu / desa Pelem kecamatan CampurDarat Tulungagung // wisata ini sudah cukup lama diperkenalkan Dinas kebudayaan dan pariwisata / makanya pengunjung coban kromo juga sudah banyak //

Di wisata ini pengunjung tidak cuma disuguhi panorama alam yang hijau subur / tapi juga beberapa spot menarik seperti air terjun kaliso / yang di bawahnya ada kolam dan bisa jadi tempat Anda berendam sepuasnya // meskipun air terjun kaliso tidak terlalu tinggi / tapi Anda yang berendam di bawahnya bisa menikmati sensasi seperti dipijat air terjun // sembari berendam / Anda juga bakal melihat luasnya hutan dan sawah di Tulungagung dari ketinggian //


Setelah dari air terjun Kaliso / Anda bisa melanjutkan perjalanan ke objek wisata selanjutnya // ada air terjun Tumpuk dan Luweng / masih satu lokasi di wisata coban kromo // kalau Anda hobi berenang / Luweng bisa jadi spot paling menarik karena Anda bisa terjun dari bebatuan ke Luweng untuk mandi dan berenang dengan bebas // Nah / karena cukup dalam / Luweng ini khusus buat Anda yang sudah bisa berenang saja  Kawan //

Kalau Anda ingin menikmati derasnya air terjun / pastikan datang waktu musim hujan saja / karena selain musim hujan / debit air terjun kaliso dan tumpuk bisa sangat kecil / bahkan bisa saja tidak mengalir //


Nah kalau ingin ke wisata Coban Kromo / aksesnya cukup gampang kawan / sekitar 12 km dari kota / Anda ambil arah ke campur darat tepatnya desa pelem dusun Jambu // setelah sampai cukup tanya warga sekitar karena tempatnya melewati pemukiman warga // untuk parkir kendaraan Anda jangan khawatir / warga dusun Jambu bakal menawarkan jasa parkir untuk Anda baik yang bawa motor atau mobil dengan harga yang terjangkau / dan bisa dipastikan aman //

Sejak dibuka sampai sekarang / wisata coban kromo ini sudah bisa ikut memberikan pemasukan ke warga sekitar dan menjadi destinasi unggulan desa pelem // Anda tertarik? Kalau ke tulungagung / pastikan menyisihkan waktu mengunjungi wisata ini ya kawan //


Saya / Rizka Umami ///

0 komentar:

Kalau Anda berkunjung ke Tulungagung / ada satu tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan / bumi perkemahan jurang senggani // https:...

Jurang Senggani; Wisata Keluarga Di Kaki Wilis

Kalau Anda berkunjung ke Tulungagung / ada satu tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan / bumi perkemahan jurang senggani //

https://putri-zna.blogspot.com
Tempat wisata keluarga ini ada di kawasan kaki gunung wilis // Letaknya di desa Nglurup / kecamatan Sendang / sekitar 30 kilometer dari pusat kota Tulungagung // Selain menyajikan hutan pinus yang tinggi menjulang dan gardu pandang / Buat Anda yang suka selfie / ada banyak spot foto menarik yang bisa dicoba di wisata alam seluas 6,2 hektar ini // seperti di bawah ratusan payung dan bola warna warni / rumah pohon / ayunan / jembatan / atau di gazebo //

Selain itu pengunjung yang suka tantangan juga bisa menguji adrenalinnya dengan bermain di jaring laba-laba dan flying fox / meluncur dari ketingian 7 meter yang punya panjang lintasan sampai 100 meter // sedangkan untuk anak-anak / bumi perkemahan jurang senggani juga menyediakan playground yang dijamin aman//

Tidak cuma itu saja kawan/ di jurang senggani juga ada wisata lain seperti air terjun jurang senggani / yang bisa Anda tempuh dalam waktu kurang dari 1 jam dari bumi perkemahan // baik weekday maupun weekend harga tiket masuk ke air terjun jurang senggani sangat terjangkau //


Sejak dibuka awal 2017 lalu / bumi perkemahan jurang senggani sudah dikunjungi banyak wisatawan / yang terus meningkat // paling tidak dalam sehari ada sekitar 200 sampai 400 pengunjung yang datang ke wisata ini // belum lagi saat liburan / pengunjung yang datang bisa dua sampai 3 kali lipatnya // selain sebagai tempat berkemah dan wisata / banyak juga komunitas yang sering mengadakan kegiatan di bumi perkemahan jurang senggani ini/ mulai dari komunitas musik sampai pecinta alam //

Kalau Anda dari arah blitar sampai perempatan jepun Anda bisa ambil arah ke kanan sampai ke pertigaan ngantru dan tinggal mengikuti jalur / termasuk Anda yang dari arah Kediri / dari pertigaan ngantru tinggal ambil kanan sampai perempatan sembon / ke kiri sampai pertigaan karangrejo kemudian ambil arah kanan ke jalur karangrejo – sendang sampai menemukan jalan beton atau plakat wisata jurang senggani //


Tarni / Ketua pokdarwis jurang senggani bilang / kedepan di jurang senggani bakal dibangun beberapa fasilitas untuk pengunjung / seperti spot foto dan taman bermain anak // bakal ada taman kelinci juga kawan // selain itu pelebaran jalan / dan perbaikan selokan juga bakal dilakukan dalam waktu dekat //

Bagi Anda yang berkesempatan liburan ke Tulungagung / bisa mengunjungi wisata yang buka mulai jam 7 pagi sampai 5 sore ini kawan // wisata jurang senggani bisa jadi alternatif wisata Anda dan keluarga //

saya rizka umami ///

1 komentar:

Kecamatan sendang kabupaten Tulungagung ternyata tak cuma punya banyak wisata alam buatan / tapi juga masih menyimpan wisata sungai ...

Wisata Baru Sendang; Kedung Minten



Kecamatan sendang kabupaten Tulungagung ternyata tak cuma punya banyak wisata alam buatan / tapi juga masih menyimpan wisata sungai yang jernih // sekarang giliran kedung minten /  wisata baru yang mulai jadi idola //

Kedung minten letaknya masih di kawasan kaki gunung wilis / ada di desa nglurup kecamata sendang / kabupaten tulungagung // sejak di buka awal januari 2019 / kedung minten sudah dikunjungi banyak wisatawan / tidak cuma lokal tapi juga dari luar kota // selain punya aliran sungai jernih / sekarang kedung minten juga sudah di bangun pagar aneka warna / gazebo / dan kamar mandi umum buat para pengunjung //

Di wisata kedung minten juga ada beberapa warung punya warga yang buka setiap hari mulai pagi sampai sore // Anda bisa mencicipi rujak / gorengan / atau jajanan lain sembari berwisata di sungai // buat anda yang hobi berenang / kedung minten bisa jadi sarana yang pas untuk menyalurkan hobi // selain itu / di wisata kedung minten / anak-anak / juga bisa  menikmati sensasi arung jeram cuma pakai ban atau bermain air sepuasnya // tapi / ingat kawan /harus tetap diawasi orang tua //

Di sepanjang wisata kedung minten / Anda juga bakal dimanjakan rimbun pohon bambu yang menambah sejuk suasana // kalau kurang puas / Anda bisa berjalan naik buat menikmati derasnya aliran sungai dari dataran yang lebih tinggi / sekalian minum langsung dari air sungai yang ada di sana // dan karena tempatnya di lereng gunung wilis / air sungai kedung minten tidak cuma jernih / tapi juga dingin menyegarkan //

Kata Badi / ketua kelompok masyarakat pengelola kedung minten / wisata yang umurnya masih dua bulan itu awalnya memang inisiatif Badi bersama pemuda desa / yang mau mengembangkan potensi kedung jadi wanawisata yang ramah anak //

Anda punya rencana ke kedung minten ? lokasinya gampang ditemukan karena dekat bumi perkemahan jurang senggani // cukup ikuti petunjuk arah / dan Anda bakal bertemu gapura bertuliskan Wisata Kedung Minten //

Saya rizka umami ///

0 komentar:

Kawan / Suka wisata air terjun ? di kecamatan Sendang Tulungagung / Anda bisa menikmati ragam wisata air terjun yang luar biasa // sal...

Menikmati Air Terjun Lawean


Kawan / Suka wisata air terjun ? di kecamatan Sendang Tulungagung / Anda bisa menikmati ragam wisata air terjun yang luar biasa // salah satunya air terjun lawean / yang ada di Dusun Turi / Desa Geger/ Kecamatan Sedang /  kabupaten Tulungagung //

air terjun lawean ada di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut / dan masih bagian dari lereng gunung wilis // Untuk ke lokasi air terjun / Anda bakal melewati hijaunya perbukitan yang terbentang luas //  tapi / untuk sampai ke sana / Anda harus rela jalan kaki sekitar 3 Km // selama perjalanan Anda juga bakal 9 kali menyeberangi sungai // tapi tenang kawan / capek Anda bakal lenyap seketika / pas sampai di bawah air terjun / karena Anda bisa langsung mandi sembari menikmati segarnya air yang mengalir deras dari ketinggian 100 meter //


Kalau Anda suka mitos / Menurut warga setempat / barang siapa mandi di Air Terjun Lawean yang berteras dan bercabang / diyakini bakal langsung sembuh dari penyakit // masyarakat juga percaya kalau di lawean ada penguasa air terjun / seperti mitos soal Mbok Roro / Dewa Gangga / Cemethi / Endang Sampur / dan Mbok Roro Wilis //

Sebenarnya Tidak jauh dari air terjun Lawean /  ada juga air terjun lain yang tak kalah mempesona untuk dikunjungi /  yaitu air terjun Panda Wangi dan wisata sungai kedung minten // sebelum Anda ke Lawean / Anda juga bakal melewati area Candi Penampehan yang juga punya banyaks sejarah // Semua lokasi di sekitar air terjun lawean sangat layak untuk dikunjungi // Jadi kalau Anda punya banyak waktu luang / tidak ada salahnya menyempatkan berkunjung ke masing-masing wana wisata di kawasan Sendang

0 komentar:

Bumi tempat manusia tinggal punya borok luka Sudah sakaratul maut dengan selangkang menganga Kaffan hitam di pematang langit m...

Ziarah Kaum Pramis


Bumi tempat manusia tinggal punya borok luka
Sudah sakaratul maut dengan selangkang menganga
Kaffan hitam di pematang langit mulai merakit duka
Melayat mendongak kepala lantas berdo’a

Mereka, kaum pramis dipecah zaman
Ditinggalkan kuasa jadi sedu panjang
Ini bagaimana?
Sementara kecamuk alam tak bisa dibendung dari malang

Kami melihat gelagat tidak baik pemangku kebijakan
Menjadikan kami kaum proletar sibuk mengais sampai lupa makan
Kami sibuk mengolok orang merapikan diri melanggengkan justifikasi
Sementara mereka sibuk merogoh saku-saku kaum kromo bumiputera

Mereka, kini kaum pramis diperbudak zaman
Dilapisi bijih kedzaliman, penta’dziman palsu
Ini bagaimana?
Sementara siasat penundukan tak bisa dibendung terus kaum pramis dipecah bagai batu

Mereka, kaum pramis punya borok bernanah sekarang
Nafasnya tersengal oleh korporasi
Beragam jadi seragam, hitam putih harus jadi putih
Ini bagaimana?

Kami melihat puing-puing perpecahan di antara kaum pramis muda
Kehilangan orientasi merdeka dan berdaulat atas nama bangsa
Mari bung.. Mari ziarahi kaum pramis muda
Biar nafas tersengal jadi kematian tanpa sumbang nada


Tulungagung, 2017

0 komentar:

https://satelitpost.com Satu kesaksian menunggu dilayangkan 56 kursi lipat tanpa meja Berdiri di tengah seperti pesakitan Siap ...

Mangkir

https://satelitpost.com

Satu kesaksian menunggu dilayangkan
56 kursi lipat tanpa meja
Berdiri di tengah seperti pesakitan
Siap diadili di muka para opziener

Wajah kusut seperti sajak-sajak bumiputera
Mengantar ia duduk tertunduk
Sebagaimana rasa bersalah yang jatuh lalu hilang
Ruangan itu melayang-layang menghakimi
Dua wajah memata-matai

justitie jadi menakutkan
Simpan gurauan di akhir pembebasan
Tapi tidak! Kebebasan bukan untuk sepasang pembual
Bukan dipakai menghapus meredam timpang

Tak ada orang bisa lolos dari cengkeram
25 kali kita memagut rasa di tengah tepuk sorai
Kau diam, tertunduk lagi… salah siapa kau mangkir ribuan kali
Pilih kabur menikung di gang pecinan

Ini batas ruang yang olehmu kau lupakan
Sebab mengalir di sela api dan asap
Menggantung di pembatas antara benar salah
Tapi kau pilih pulang, mangkir






Tulungagung, 06 Mei 2017

0 komentar:

Hujan tidak bisa bising. Riaknya lebih hening ketimbang sepi. Gelagarnya lebih manis ketimbang gulali. Ia tidak menyalahi manusia at...

Mengukut

Hujan tidak bisa bising.
Riaknya lebih hening ketimbang sepi.
Gelagarnya lebih manis ketimbang gulali.
Ia tidak menyalahi manusia atau mengancam keberadaannya.
Seperti rumusan Sapardi, ia lebih bijak ketimbang hakimnya manusia.

Ia membawaku pada kebercandaan.
Kilat-kilat yang turut datang bertandang, mengupaya diri mengalami takut akut pada malam.
Padahal, yaa, Tuhan memang sedang suwung dan memilih bercanda dengan hamba-Nya.
Di tengah riuh redam perang batin perselisihan, pergolakan tiada habis, Ia pilih satu dua makhluknya mengukut diri, sembunyi.

Seperti semut-semut yang berlarian menepi ketika mendengar pasukan Sulaiman datang.
Ia beri tanda pada koloni itu tunggang langgang balik ke sarang, menyelamatkan diri.
Jika tak sayang, tak mungkin Ia beri satu koloni itu pendengaran tajam atas ketentuan nasib baik buruknya.


Tapi, Ia malas menyayang pada pecandu bising.
Bumi cipta-Nya menjadi bising, ramai dengan permusuhan, pertarungan tak adil, pelecehan, perebutan kuasa, dan itu-itu saja perdebatannya.
Sudah habis lagi sayangnya, lebih-lebih pada mereka yang membuat hujan lebih seperti bencana, bukan rahmat apalagi pengantar rejeki.

Sulit menemui hujan yang meringkuk damai.
Sesulit mendengar-Nya mematikan saklar kehidupan untuk kemudian mengantar lelap di pangkuan.
Ini bukti terlalu riuh sesak nuansamu, nuansaku, di tengah-tengah kita.

Tak ada tempat buat mencari suaka, mencari hening, mencari hujan yang tak bising.
Hingga sisanya tidak lebih hanya rengek jeda rengek meronta, menyumpahi hujan untuk segera reda.

“Riuh nyatanya tak bisa diredam!” sekali itu seperti bising yang tak bisa dibungkam.

Keinginan kembali adalah sebuah upaya yang menjadi kesia-siaan.
Riuh tak bisa mengukutkan diri meski diminta pergi.

Sebab manusia menjejali heningnya dengan suapan-suapan emosi, tiada henti.

Setoran ke Sadha 2017

0 komentar:

(Telaah Pemikiran Yusuf Al-Qardhawy) Dalam bidang tasyri’, sunnah merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. [1] Posisinya me...

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER PENGETAHUAN DAN PERADABAN

(Telaah Pemikiran Yusuf Al-Qardhawy)



Dalam bidang tasyri’, sunnah merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an.[1] Posisinya menjadi sangat penting mengingat keberadaan sunnah tidak bisa dilepaskan dari hal-hal yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW. Betapapun kemudian tedapat perbedaan pendapat tentang pengertian sunnah secara terminologi, antara ulama yang ahli dalam bidang hadits, para ahli ushul atau ushuliyyin, dan juga para ahli fiqh[2] namun tidak lantas menggeser posisinya sebagai rujukan setelah al-Qur’an. Hadits-hadits Nabi yang diriwayatkan oleh banyak imam, yang muncul jauh setelah kodifikasi hadits dilakukan, menjadi penguat keberadaan sumber hukum kedua ini di tengah-tengah masyarakat muslim untuk diamalkan.

Salah satu dari sekian kaidah-kaidah dalam pengamalan hadits yakni dengan memposisikan doktrin-doktrin sunnah sebagai ajaran. Dalam hal ini juga termasuk menjadikan sunnah sebagai salah satu sumber dari ilmu pengetahuan, bahkan sampai peradaban. Adapun satu sumbangsih besar ulama terkait dengan pengamalan sunnah adalah karya Yusuf al-Qardhawy, mengenai wacana sunnah sebagai sumber IPTEK dan peradaban. Karya ini lahir dari buah kegelisahan penulis karena belum berkembangnya wacana sunnah sebagai sumber dari ilmu pengetahuan sekaligus sumber dari peradaban umat manusia.

Biografi Singkat Yusuf al-Qardhawy
Yusuf al-Qardhawy merupakan seorang ulama besar yang memiliki banyak kontribusi dalam dunia Islam. Ia lahir di Mesir pada 1926 dan sejak usia 10 tahun mulai menghafal al-Qur’an. Setelah tamat dari Ma’had Thantha, Yusuf al-Qardhawy melanjutkan pendidikan di Ma’had Tsanawi. Setelah itu ia melanjutkan studi ke Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar Mesir dan lulus pada 1952 M. Selang waktu agak lama, sekitar 20 tahun kemudian, yakni pada 1972 Yusuf al-Qardhawy baru bisa mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu fiqh dengan judul disertasi, ‘Zakat dan Dampaknya dalam Penganggulangan Kemiskinan’ yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul Fiqh Zakat.

Adapun yang menjadi alasan keterlambatan Yusuf al-Qardhawy dalam memperoleh gelar doktor tidak lain karena keterlibatannya dengan Ikhwanul Muslimin yang pada saat itu dipimpin oleh Hasan al-Banna. Ia terpaksa meninggalkan Mesir untuk beberapa waktu karena terjadi penangkapan para anggota Ikhwanul Muslimin oleh presiden Gemal Abdul Nasser. Sebelumnya, pada 1949 ia sendiri juga sempat ditangkap dan dipenjara oleh rezim raja Faruk atas keanggotaannya. Setelah bebas beberapa waktu, di tahun 1956 Yusuf al-Qardhawy kembali ditangkap dan mendekam di penjara militer pada bulan Oktober di tahun yang sama. Kali itu ia dipenjara selama dua tahun.[3]

Setelah meninggalkan Mesir, pada 1977 Yusuf al-Qardhawy pergi ke Doha, Qatar. Di sana ia mendirikan pusat kajian sejarah dan sunnah nabi serta Fakultas Syari’ah Universitas Qatar. Kontribusi Yusuf al-Qardhawy tidak hanya sampai pada pendirian pusat kajian saja. Sebagai sosok pemikir islam yang istimewa, Yusuf al-Qardhawy memiliki cara yang khas dalam menyampaikan risalah islam. Ia dikenal sebagai sosok yang santun, ramah, dan moderat. Secara kapasitas, Yusuf al-Qardhawy juga dianggap memiliki otoritas lebih dalam membincang persoalan keagamaan, sehingga ia kerap diundang untuk menghadiri pertemuan internasional para pemuka agama di Eropa maupun di Amerika. Posisinya tentu sebagai wakil dari kelompok islam.

Dalam pergerakan islam kontemporer, kontribusi Yusuf al-Qardhawy melalui karya-karyanya sangat penting, terutama karena menjadi tonggak kebangkitan islam modern. Setidaknya ada 125 karya dalam bentuk buku yang telah Yusuf al-Qardhawy tulis dalam berbagai dimensi keislaman. Jika dilakukan kategorisasi, setidaknya terdapat 13 kategori dalam karya besar Yusuf al-Qardhawy, misalnya saja persoalan fiqh dan ushul fiqh, fiqh perilaku, akidah filsafat, ulumul qur’an wa sunnah, ekonomi islam, dakwah dan tarbiyah, gerakan dan kebangkitan islam, penyatuan pemikiran islam, pengetahuan islam umum, serial tokoh tokoh islam, sastra dan lain sebagainya.

Sebagian dari karya tersebut telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk juga bahasa Indonesia. Sedikitnya terdapat 55 judul buku Yusuf al-Qardhawy yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya saja, 14 buku yang menyoal Fiqh dan Ushul Fiqh, seperti al-Halal wa al-Haram fi al-Islam (Halal dan Haram dalam Islam), Fiqh al-Siyam (Hukum Tentang Puasa), al-Ijtihad fi al-Shari'at al-Islamiah (Ijtihad dalam syariat Islam), Fiqh alTaharah (Hukum tentang Bersuci), Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad al-Islami (Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), Daulah fi al-Islam dan lain sebagainya.[4]

Adapun untuk pengetahuan al-Quran dan al-Sunnah, Yusuf al-Qardhawy juga menulis beberapa karya, yang di dalamnya juga terdapat kajian mendalam tentang metodologi pembelajaran al-Quran, termasuk bagaimana pemahaman terhadap dua sumber hukum yakni Qur’an dan Sunnah. Contoh karyanya ada al-Sabru fi al-Quran (Sabar dalam al-Quran) dan Tafsir Surah al-Ra'd dan Kayfa Nata'amal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyyah (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah), dan lain sebagainya.[5]

Telaah Pemikiran Yusuf al-Qardhawy dalam Buku As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban

Salah satu sumbangsih Yusuf al-Qardhawy yang membahas tentang kontekstualiasisasi sunnah, adalah As-Sunnah Mashdaran Li Al-Ma’rifah wa Al-Hadharah yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Setiawan Budi Utomo dengan Sunnah Sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban. Dalam muqaddimah buku ini, Yuruf al-Qardhawy mengatakan bahwa ajaran-ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW, memiliki payung peradaban yang unik, yang bisa memadukan dua karakter sekaligus, yakni karakter rabbaniyyah dan insaniyyah. Karakter yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai ketuhanan dengan karaker yang selaras dengan realita yang dihadapi oleh manusia. Jadi selalu ada pertemuan yang tidak bisa terpisah antara peradaban dengan keimanan dan antara kemajuan dengan akhlak.

Sementara itu memasuki abad 21, wacana mengenai sunnah belum banyak berkembang, terutama dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Maka di sini Yusuf al-Qardhawy mengira perlu adanya pengkajian ulang mengenai sunnah yang kemudian bisa digunakan sebagai sumber pengetahuan dan peradaban. Pada saat itu memang wacana sunnah sebagai sumber iptek dan peradaban merupakan hal yang baru dalam khazanah intelektual umat Islam.[6] Hadirnya karya Yusuf al-Qardhawy ini bisa jadi sebagai salah satu jawaban awal atas wacana baru tersebut. Masih dalam muqoddimahnya, Yusuf al-Qardhawy membagi buku ini ke dalam tiga bab besar;

Aspek Tasyri’ (yuridis) dalam Sunnah

Pada bab ini, Yusuf al-Qardhawy membahas mengenai sunnah yang digunakan sebagai tasyri’ dan bukan tasyri’, Sunnah sebagai tasyri’ yang bersifat umum dan khusus, serta sunnah yang dipakai sebagai ketetapan yang sifatnya mutlak dan insidentil. Yusuf al-Qardhawy mengaku berusaha tetap moderat dalam memberi penjelasan pada masing-masing aspek yang ada di bab pertama ini.

Pada bagian awal pembahasan, Yusuf al-Qardhawy menyebut bahwa ada banyak hadits yang kemudian disalahtafsirkan dan disalahgunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Ia mengambil contoh riwayat Imam Muslim, “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian…”[7]

Jika dilihat dari asalnya, hadits ini membincang masalah penyerbukan, yang maknanya sudah sangat eksplisit mengarah pada persoalan penyerbukan kurma pada saat itu. Akan tetapi kemudian potongan hadits tersebut disalahgunakan untuk menghapus semua tananan politik dan ekonomi dalam Islam. Di sini Yusuf menegaskan kembali bahwa satu hadits tidak bisa difungsikan secara general untuk segala jenis permasalahan. Harus tetap diingat bahwa sunnah pun memiliki ketentuan yang sifatnya umum dan khusus, disesuaikan dengan konteks yang terjadi pada masa itu.

Sunnah sebagai Sumber Iptek

Pada bagian ini, pembahasan Yusuf al-Qardhawy fokus pada ilmu pengetahuan agama yang berhubungan dengan hal-hal ghaib, yang terkait dengan rukun iman, serta peristiwa-peristiwa akhir zaman. Pembahasan pada bagian kedua ini juga disertai dengan berita-berita sunnah yang menggembirakan tentang masa depan umat Islam, termasuk ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan aspek-aspek kemanusiaan, petunjuk sunnah dan juga hubungan antara sunnah dengan sains. Adapun pembatasan bahasan, yakni pada tiga aspek; pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Pada bagian awal pembahasan, Yusuf Qardhawy menyampaikan bahwa ada tiga instrument penting ilmu pengetahuan, yakni panca indra, akal, dan wahyu. Keberadaan wahyu di sini oleh Yusuf al-Qardhawi disebut sebagai pembimbing akal, berupa risalah penutup yang ada di dalam al-Qur’an dan adanya wahyu terakhir tersebut adalah petunjuk bagi manusia. Adapun keberadaan sunnah Nabi, yakni untuk menjelaskan dan menguraikan apa-apa yang terkandung dalam al-Qur’an.

Sunnah sebagai Sumber Peradaban

Pada bagian terakhir ini, Yusuf al-Qardhawy menyoroti dua topik besar yakni, Sunnah dan Fiqh Peradaban serta Sunnah dan Etika Beradab. Sementara kaitannya Sunnah dengan Pembangunan, tidak dimasukkan dalam pembahasan pada buku ini, karena menurut Yusuf al-Qardhawy akan butuh banyak ruang pembahasan terkait wacana tersebut.

Adapun fikih peradaban yang dimaksud oleh Yusuf al-Qardhawy adalah fikih yang mengantarkan manusia dari pemahaman dangkal menuju pemahaman yang lebih mendalam mengenai alam semesta. Yang disebut Yusuf Qardhawy sebagai rambu pertama bagi fikih peradaban adalah ayat-ayat dan hukum alam.

Tanda-tanda kekuasaan Allah yang sudah tersebar di alam semesta, tidak akan bisa dimanfaatkan dan dibaca, kecuali oleh orang-orang yang berakal dan memiliki pemahaman yang arif. Untuk memahami fenomenan alam, maka manusia dengan fikihnya harus bisa selalu diperbaharui, agar dapat berkembang. Adanya fiqh peradaban tersebut adalah sebagai sarana untuk meningkatkan peradaban manusia.

Kesimpulan

Dari pemaparan singkat di atas, setidaknya penulis menyimpulkan bahwa karya Yusuf al-Qardhawy ini memang erat kaitannya dengan metode maudhu’I atau tematik. Kaidah yang digunakan dalam pengamalan hadits yakni dengan memposisikan doktrin-doktrin sunnah sebagai sumber ajaran. Melihat adanya tiga tema besar yang ia angkat dalam tulisannya, setidaknya juga ada tiga gagasan penting Yusuf al-Qardhawy yang bisa dipahami.

Pertama, sunnah memiliki cakupan yang universal kaitannya dengan iptek dan peradaban. Kedua, sunnah identik dengan wahyu sebagai pembimbing Akal dan indera dalam memahami iptek. Ketiga, Sunnah dalam kedudukannya sangat penting dalam memahami peradaban. Dengan gagasan Yusuf al-Qardhawy sampaikan, maka bisa dipahami bahwa eksistensii sunnah sebenarnya telah mengangkat taraf hidup, dan memajukan kehidupan individu manusia dan masyarakat.

Daftar Rujukan
Al-Qardhawy, Yusuf. 1998. As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban;
Diskursus Kontekstualisasi dan Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan
Peradaban. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
Haris, Abdul. 2018. Ushul al-Hadits; Teori Dasar Studi Hadis Nabi Muhammad SAW.
Yogyakarta: FEBI UIN Sunan Kalijaga
Mosiba, Risna. 2017. Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Studi atas
Pemikiran Yusuf al-Qardhawi, dalam Jurnal Inspiratif Pendidikan, Vol. VI, No.
2.
Nur Wahid, M. Hidayat. 1998. “Kata Pengantar” dalam Yusuf Al-Qardhawy, As-Sunnah
sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Diskursus Kontekstualisasi dan
Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan Peradaban. Jakarta: Pustaka al-
Kautsar
Utomo, Setiawan Budi. 1998. “Pengantar Penerjemah” dalam Yusuf Qardhawy, As
Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Diskursus Kontekstualisasi dan
Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan Peradaban, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar




[1] Setiawan Budi Utomo, Pengantar Penerjemah dalam Yusuf Qardhawy, As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Diskursus Kontekstualisasi dan Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan Peradaban, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998), hlm. xi
[2] Perbedaan pengertian antar ketiga kalangan ini (Ahli Hadits, Ahli Ushul, dan Ahli Fiqh) mengenai sunnah bisa dibaca pada, Abdul Haris, Ushul al-Hadits; Teori Dasar Studi Hadis Nabi Muhammad SAW, (Yogyakarta: FEBI UIN Sunan Kalijaga, 2018), hlm. 3-4
[3] Risna Mosiba, Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Studi atas Pemikiran Yusuf al-Qardhawi, dalam Jurnal Inspiratif Pendidikan, Vol. VI, No. 2, (Juli-Desember 2017), hlm. 368-369.
[4] M. Hidayat Nur Wahid, Kata Pengantar dalam Yusuf Qardhawy, As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Diskursus Kontekstualisasi dan Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan Peradaban, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998), hlm. vii
[5] Risna Mosiba, Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Studi atas Pemikiran Yusuf al-Qardhawi… hlm. 370
[6] Yusuf al-Qardhawy, As-Sunnah sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban; Diskursus Kontekstualisasi dan Aktualisasi Sunnah Nabi SAW dalam IPTEK dan Peradaban, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998), hlm. 2
[7] Ibid… hlm. 6

0 komentar:

Kenalin_

My photo
Gadis yang Ingin Mati Muda. Sedang Menempuh Pendidikan S2 di UIN Sunan Kalijaga. Konsentrasi Islam dan Kajian Gender.